Jumat, 13 Juni 2014

Sosok Letjen Prabowo di Mata Habibie


Buku Detik-detik yang Menentukan

Sosok Letjen Prabowo di Mata Habibie


Sumber:
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/06/13/134711/2607344/1562/1/sosok-letjen-prabowo-di-mata-habibie
Jakarta - BJ Habibie mencopot Letjen Prabowo Subianto dari posisi Pangkostrad pada Mei 1998 karena menggerakkan pasukan Kostrad tanpa koordinasi dengan Pangab. Sebenarnya seperti apa sosok Prabowo di mata Habibie?

Saat memutuskan akan mencopot Prabowo dan Pangkostrad, di benak Presiden Habibie muncul banyak pertanyaan. Habibie heran mengapa Prabowo tanpa sepengetahuan Pangab telah membuat kebijakan menggerakkan pasukan Kostrad. Padahal sebagai seorang militer profesional, Pangkostrad harus memahami saptamarga dan sumpah prajurit.

Habibie bertanya-tanya kenapa Prabowo mengambil langkah itu. Habibie tak tahu alasan dan tujuan Prabowo melakukan itu. Ia mencoba menerka apa alasan dan tujuan Prabowo melakukan hal itu, sebelum menemui Prabowo yang meminta waktu menghadap di last minute sebelum pergantian Pangkostrad itu.

Dalam buku 'Detik-detik Yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi' karya BJ Habibie, seperti dikutip detikcom, Jumat (13/6/2014), Habibie memaparkan penilainnya terhadap sosok Prabowo, sampai pada kesimpulan penyebab Prabowo melakukan tindakan tanpa koordinasi tersebut.

"Prabowo lahir dan dibesarkan di lingkungan yang sangat intelektual dan rasional. Disiplin intelektual memungkinkan untuk menganalisis, mempertanyakan, memperdebatkan tiap jejak seorang diri atau dengan lingkungannya, termasuk dengan atasannya. Berbeda halnya dengan disiplin militer. Setiap langkah harus dilaksanakan sesuai perintah atasan walaupun bertentangan dengan pendapat pribadi pelaksana perintah tersebut," kata Habibie dalam bukunya.

Di mata Habibie, pembawaan Prabowo Subianto masih bernapaskan disiplin intelektual yang dalam melaksanakan tugasnya tidak selalu menguntungkan. Sebagai seorang militer profesional, ia harus tunduk pada disiplin militer.

"Karena Prabowo adalah menantu Presiden Soeharto di mana budaya feodal masih subur, maka dalam gerakan dan tindakannya sering terjadi konflik antara disiplin militer dan disiplin sipil. Apa pun yang dilakukan akan ditolerir dan tidak pernah mendapatkan teguran dari atasannya," kata Habibie mengungkap eksklusivitas yang melekat pada sosok Prabowo.








Jakarta - Kebiasaan pemberian eksklusivitas kepada Prabowo, menurut Habibie, mungkin salah satu penyebab gerakan pasukan Kostrad tanpa tanpa konsultasi, koordinasi, dan sepengetahuan Pangab terjadi. Menurut Habibie, kebiasaan tersebut mungkin terjadi bukan karena kehendak Presiden Soeharto. Tetapi lingkungan feodal lah yang memperlakukannya demikian.

"Walaupun saya sangat akrab dan dekat dengan Prabowo, ia menganggap saya sebagai salah satu idolanya, kebiasaan tersebut tidak boleh saya tolerir dan biarkan ini satu pelajaran bagi semu bahwa dalam melaksanakan tugas, pemberian eksklusivitas kepada siapa saja, termasuk kepada keluarga dan teman, tidak dapat dibenarkan," katanya.

Namun bagi Habibie, Prabowo Subianto adalah putra tertua dari keluarga yang sangat terhormat, sangat intelektual, dan sangat kritis. Bahkan ayah kandungnya adalah salah satu idola saya sejak masih SMA. Dedikasi Prabowo begitu pula orang tua dan saudara-saudaranya terhadap bangsa dan negara, tidak perlu diragukan.

"Saya percaya bahwa iktikad dan niat Prabowo untuk melindungi saya adalah tulus, jujur, dan tepat," terang Habibie.

Masalahnya iktikad dan niat yang baik dan tepat itu dilaksakannya tanpa sepengetahuan dan koordinasi Pangab. Kesimpulan itu diambil Habibie ketika mendapat laporan dari Pangab mengenai gerakan pasukan Kostrad.

"Dari laporan tersebut secara implisit dinyatakan bahwa tindakan Pangkostrad tidak sepengetahuan dan dikoordinasikan dengan Pangab. Ini tidak dapat saya tolerir karena memengaruhi para komandan lainnya untuk bertindak sendiri-sendiri dengan alasan apa pun tanpa koordinasi. Sikap demikian dapat mengakibatkan kekacauan bahkan perang saudara yang memungkinkan proses Balkanisasi Republik Indonesia," tegasnya.

Kamis, 12 Juni 2014

Alasan Habibie Copot Prabowo dari Pangkostrad


Buku Detik-detik yang Menentukan

Alasan Habibie Copot Prabowo dari Pangkostrad

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sumber: 
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/06/12/135948/2606309/1562/alasan-habibie-copot-prabowo-dari-pangkostrad
 
Jakarta - Beredarnya surat rekomendasi pemecatan Prabowo yang dikeluarkan Dewan Kehormatan Perwira (DKP) memanaskan peta politik jelang pilpres. Sebelum diberhentikan dari TNI, Prabowo terlebih dahulu dicopot dari posisi Pangkostrad oleh Presiden BJ Habibie.

Buku 'Detik-detik Yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi' karya BJ Habibie mencatat sejarah penting di era transisi pemerintahan menuju reformasi itu.

Dikutip detikcom dari buku tersebut, Kamis (12/6/2014), pada 21 Mei 1998 secara resmi Presiden Soeharto menyatakan berhenti dari jabatan. Wakil Presiden BJ Habibie pun memegang kendali pemerintahan.

Pada tanggal 22 Mei 1998 tepatnya pukul 06.10 WIB BJ Habibie menelepon Jenderal TNI Wiranto dan menunjuknya sebagai Menhankam/Panglima ABRI dalam kabinet yang baru saja dibentuk. Tak sampai 3 jam kemudian Wiranto melaporkan hal penting ke Habibie.

"Hanya sekitar tiga jam kemudian, saya menerima laporan mengenai gerakan pasukan Kostrad. Oleh karena itu kepada Pangab saya beri perintah untuk segera mengganti Pangkostrad, dan kepada Pangkostrad baru diperintahkan untuk mengembalikan pasukan Kostrad ke basis masing-masing pada hari ini juga sebelum matahari terbenam," kata Habibie dalam buku tersebut.

Panglima Divisi Siliwangi Mayjen Djamari Chaniago ditunjuk sebagai Pangkostrad dan baru dilantik 23 Mei 1998 keesokan harinya. Sementara itu Asisten Operasi Pangab Letjen Johny Lumintang menjadi Pangkostrad sementara dengan tugas segera mengembalikan semua pasukan ke basis masing-masing sebelum matahari terbenam.

Habibie menegaskan kebijakan ini berlaku pula bagi tiap gerakan pasukan tanpa sepengetahuan dan koordinasi Pangab. "Komandan yang bertanggungjawab akan segera saya ganti," kata Habibie.

"Mengapa Prabowo tanpa sepengetahuan Pangab telah membuat kebijakan menggerakkan pasukan Kostrad? Sebagai seorang militar profesional, Pangkostrad sudah harus memahami Sapta Marga dan sumpah prajurit. Dengan mengambil kebijakan tanpa koordinasi dan tanpa sepengetahuan Pangab, Pangkostrad telah melanggar sumpah prajurit. Mengapa? Mau ke mana?" tanya Habibie kala itu.

Tak lama setelah itu Prabowo meminta waktu izin menghadap presiden. Habibie pun menerima. Apa yang dibicarakan Habibie dan Prabowo? Ikuti ulasan selanjutnya.

Rabu, 11 Juni 2014

Dua jenderal anggota DKP bicara dokumen pemberhentian Prabowo



MERDEKA.COM. Surat Dewan Kehormatan Perwira (DKP) berisi rekomendasi pemberhentian Prabowo Subianto dari ABRI beredar luas di masyarakat. Para perwira tinggi yang kala itu ikut menyidangkan angkat bicara.

Surat ditetapkan 21 Agustus 1998 oleh DKP yang diketuai Jenderal Subagyo HS, Wakil Ketua Jenderal Fachrul Razi, Sekretaris Letjen Djamari Chaniago. Kemudian sebagai anggota Letnan Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono, Letjen Yusuf Kartanegara, Letjen Agum Gumelar dan Letjen Ari J Kumaat.

Agum mengungkapkan, kala itu Pusat Polisi Militer (Puspom) merekomendasikan kepada Pangab agar Letjen Prabowo dibawa ke Mahkamah Militer. Namun itu urung dilakukan karena Prabowo adalah menantu Presiden Soeharto.

"Jadi diperhalus lah, selesaikan lewat DKP saja. Dibentuklah langsung Dewan Kehormatan Perwira oleh Pangab," kata Agum dalam wawancara dengan Metro TV, Selasa (10/6).

Setelah bersidang dengan mendengarkan keterangan saksi akhirnya Prabowo direkomendasikan dipecat. Sejumlah kesalahan Prabowo seperti ke luar negeri tanpa izin dan menggerakan pasukan tanpa sepengetahuan atasan juga dibeberkan.

"Akhirnya setelah memeriksa kasus ini, DKP merekomendasikan agar supaya dia dipecat. Tetapi sekali lagi karena pada saat itu statusnya mantunya Pak Harto diperlunak lah, diperhalus," ujarnya.

Fachrul Razi menambahkan jika dilihat dari aspek kehormatan perwira Prabowo memiliki banyak kesalahan. "Melakukan penculikan, meskipun awalnya tidak mengakui tapi belakangan diakui, dan itu kan sangat luar biasa," kata mantan Wakil Panglima ABRI itu.

"Dia (Prabowo) menggunakan satuan Kopassus, padahal Kopassus ini kan satuan elite, yang dilatih dan sangat disegani oleh dunia. Kenapa digunakan untuk penculikan dengan pertimbangan yang tidak logis," tambahnya.

 


Dua jenderal anggota DKP bicara dokumen pemberhentian Prabowo


Sumber:
https://id.berita.yahoo.com/dua-jenderal-anggota-dkp-bicara-dokumen-pemberhentian-prabowo-040445331.html
 
Dalam beberapa kasus lain, kata Fachrul, Prabowo sering tidak ada bepergian ke luar negeri. "Ini sangat-sangat tidak disiplin dan membahayakan. Apalagi terakhir pada saat dia melakukan penculikan itu," tuturnya.

Meski seabrek bukti ditemukan soal kelakuan Prabowo, DKP tetap tidak menggunakan kata pemecatan. "Dari hasil itu saja kami anggap dia sudah sangat pantas untuk dipecat. Tapi kami sepakat untuk tidak menggunakan kata pemecatan," tandasnya.

Anggota Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Letjen (Purnawirawan) Suryo Prabowo mempertanyakan tanggung jawab atasan Prabowo dalam kasus penculikan yang dilakukan oleh Kopassus pada tahun 1998. Dia juga heran para anggota DKP terus melancarkan fitnah.

"Mengapa para mantan anggota DKP (kecuali SBY) kok masih saja memfitnah Prabowo," kata Suryo.

Menurut Suryo, Prabowo sudah bersikap ksatria dengan bertanggung jawab pada sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP) atas kesalahan yang dilakukan anak buahnya.

"Prabowo sempat menyampaikan adagium yang menyatakan bahwa 'tidak ada prajurit yang salah, yang salah adalah komandannya'. Seharusnya komandan atau atasan Prabowo juga ikut bertanggungjawab. Ini kok malah melarikan diri dari tanggung jawab," tegas dia.
Sumber: Merdeka.com





Timses Prabowo: Wiranto dkk kabur dalam kasus penculikan aktivis



Sumber:
 https://id.berita.yahoo.com/timses-prabowo-wiranto-dkk-kabur-dalam-kasus-penculikan-190900390.html

MERDEKA.COM. Mantan Wakasad Letjen TNI Purnawirawan Suryo Prabowo mempertanyakan tanggung jawab atasan Prabowo dalam kasus penculikan yang dilakukan oleh Kopassus pada tahun 1998.

"Mengapa Jenderal Feisal Tanjung, Jenderal Wiranto, Jenderal Subagyo HS dan Jenderal Fachrul Razi yang merupakan atasan Langsung Letjen Prabowo kok seluruhnya melarikan diri dari tanggung jawab?" Kata anggota tim pemenangan Prabowo-Hatta ini dalam siara pers yang diterima merdeka.com, Selasa (10/6).

Menurut Suryo, Prabowo sudah bersikap ksatria dengan bertanggung jawab pada sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP) atas kesalahan yang dilakukan anak buahnya.

"Prabowo sempat menyampaikan adagium yang menyatakan bahwa 'tidak ada prajurit yang salah, yang salah adalah komandannya'. Seharusnya komandan atau atasan Prabowo juga ikut bertanggungjawab. Ini kok malah melarikan diri dari tanggung jawab," tegas dia.

"Bahkan dengan keji dalam DKP mereka menyampaikan 11 tuduhan, di antaranya adalah Prabowo telah menyalahgunakan wewenang dan pelanggaran prosedur, seperti pengabaian sistem operasi, dan disiplin hukum di lingkungan ABRI. Kemudian lebih dari itu sekarang ini mereka menyebarkan fitnah, bahwa Prabowo dipecat karena telah melakukan pelanggaran HAM berat terkait dengan tuduhan sebagai dalang peristiwa kerusuhan Mei 1998. Apa-apaan Jenderal seperti ini? Ini kan contoh tidak baik buat junior mereka di TNI karena mengajarkan untuk jadi pengecut dan penakut," bebernya.

Dalam pandangan Suryo, sosok Prabowo merupakan tentara yang langka di TNI. Prabowo, katanya, seorang purnawirawan yang berintegritas dan masih tetap memegang teguh Sapta Marga yang di antaranya adalah memegang teguh disiplin, patuh dan taat kepada pimpinan serta menjunjung tinggi sikap dan kehormatan prajurit.

Suryo menambahkan, Prabowo juga sama sekali tidak pernah mengingkari Sumpah Prajurit, yang di antaranya adalah taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan dan memegang segala rahasia tentara sekeras-kerasnya. Sebagai purnawirawan jenderal bintang tiga, Suryo merasakan tekanan psikis yang dahsyat terhadap Prabowo oleh para seniornya.

"Pada malam debat capres itu saya sangat sedih dan malu melihat para purnawirawan yang hadir dalam acara debat itu, yang tanpa malu menunjukkan kesombongannya dengan menggunakan pet bintang 4 untuk mengintimidasi Prabowo secara psikis. Saya akui bahwa mereka berhasil membuat Prabowo geram, sehingga terlihat konsentrasi Prabowo sempat terganggu saat berdebat, karena dia berupaya menahan emosinya yang dipermainkan secara visual oleh para seniornya," ungkapnya.

"Kebenaran boleh saja kalah jenderal, tetapi kebenaran tidak pernah salah," tutu Suryo.
Sumber: Merdeka.com

Senin, 09 Juni 2014

Tim Jokowi Sindir Prabowo yang Janjikan Uang Rp 1 M per Desa



Tim Jokowi Sindir Prabowo yang Janjikan Uang Rp 1 M per Desa

Herianto Batubara - detikNews
Sumber:
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/06/09/140753/2602972/1562/tim-jokowi-sindir-prabowo-yang-janjikan-uang-rp-1-m-per-desa
Jakarta - Pasangan capres/cawapres Prabowo-Hatta Rajasa menjanjikan akan ada alokasi Rp 1 miliar per desa jika terpilih memimpin Indonesia 2014-2019. Tim pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla pun menyindir hal itu.

Hal itu disampaikan oleh Budiman Sujatmiko lewat rilis yang diterima detikcom di Kantor Media Center Jokowi-JK di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2014). Ia menilai janji Rp 1 miliar per desa itu bertentangan dengan UU Desa.

Tim debat Jokowi-JK ini memaparkan pandangannya. Pertama, ia menilai janji Rp 1 miliar per desa bisa menimbulkan ketidakadilan baru, karena di dalam UU Desa jumlah anggaran yang didapat setiap desa tidak bisa disamaratakan.

"Filosofi yang dibangun dalam UU Desa adalah pemerataan, bukan penyamarataan," tulisnya.

Kedua, dalam UU Desa anggaran yang didapat setiap desa mengacu pada jumlah penduduk, lias wilayah, angka kemiskinan, dan lainnya. Karena itu, anggaran yang didapat setiap desa bisa kurang dari Rp 1 miliar atau bahkan lebih.

"Penduduk desa yang lebih banyak, atau wilayah yang lebih besar tidak boleh mendapat alokasi dana desa yang sama dengan yang penduduknya lebih sedikit atau wilayah desanya lebih sempit," ucap Budiman.

Ketiga, kata Budiman, fakta tersebut membuktikan bahwa menyamaratakan uang Rp 1 miliar perdesa bertentangan dengan spirit yang tertuang dalam UU Desa. Hal itu menurutnya dapat melahirkan ketidakadilan dan kecemburuan sosial. "Pada akhirnya akan merangsang euforia pemekaran desa, yang dapat menimbulkan kekacauan," tegasnya.

Lanjut Budiman, pemimpin yang diperlukan dalam konteks pembangunan desa adalah pemimpin yang mampu mengimplementasikan UU Desa secara sistematis, konsisten, berkelanjutan, dengan cara memfasilitasi, melakukan supervisi, dan pendampingan dari kalangan profesional yang sudah terbukti selama ini.

Menurut Budiman, pasangan Jokowi-JK adalah pasangan yang mampu mengawal, memfasilitasi, dan mengimplementasikan UU Desa. "Pasangan ini sudah terbukti tidak menawarkan janji-janji palsu, tetapi justru mampu memahami substansi UU Desa sebagai bagian untuk mengentaskan kemiskinan dengan membangun budaya gotong-royong di tengah-tengah masyarakat," tandasnya.

Minggu, 08 Juni 2014

Beredar Surat Rekomendasi Pemecatan Prabowo dari TNI


Beredar Surat Rekomendasi Pemecatan Prabowo dari TNI

Indah Puspita - detikNews
Sumber:
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/06/09/114408/2602747/1562/beredar-surat-rekomendasi-pemecatan-prabowo

  
Foto: Tiara/detikcom
Jakarta - Memasuki masa kampanye Pilpres 2014 situasi semakin dinamis. Menghadapi debat capres perdana nanti malam, Prabowo bahkan harus menghadapi beredarnya surat rekomendasi pemecatan dirinya yang dikeluarkan oleh Dewan Kehormatan Perwira tahun 1998 silam. Siapa yang menyebar?

Surat rekomendasi pemecatan Prabowo ini tertulis dalam Keputusan Dewan Kehormatan Perwira Nomor KEP/03/VIII/1998/DKP. Surat tersebut dibuat dan ditandatangani pada 21 Agustus 1998 oleh Ketua Dewan Kehormatan Perwira Jenderal TNI Subagyo Hadi Siswoyo, Sekretaris Letjen TNI Djamari Chaniago, Wakil Ketua Letjen TNI Fahrul Razi, anggota Letjen Susilo Bambang Yudhoyono, dan
anggota Letjen Yusuf Kartanegara.

Keputusannya sangat jelas memberhentikan Prabowo dan tugas keprajuritan. "Perwira Terperiksa atas nama Letnan Jenderal Prabowo Subianto disarankan dijatuhkan hukum administrasi berupa diberhentikan dari dinas keprajuritan," demikian bagian kesimpulan dari surat empat halaman tersebut.

Dewan Kehormatan Perwira dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Pangab Nomor Sekp/533/P/VII/1998 tanggal 14 Juli 1998. Sebelum mengambil keputusan ini, Dewan Kehormatan Perwira telah bersidang pada tanggal 10, 12, dan 18 Agustus 1998 dengan terperiksa Letnan Jenderal TNI Prabowo Subianto sebagai Danjen Kopassus.

Berdasar pemeriksaan Dewan Kehormatan Perwira, Prabowo telah memerintahkan anggota Satgas Mawar, Satgas Merpati, melalui Kolonel Inf Chairawan (Dan Grup-4) dan Mayor Inf Bambang Kristiono untuk melakukan pengungkapan, penangkapan, dan penahanan aktivis yang mengakibatkan Andi Arief, Aan Rusdianto, Mugiyanto, Nezar Patria, Haryanto Taslam, Rahardjo Waluyojati, Faisol Reza, Pius Lustrilanang, dan Desmond J Mahesa menjadi korban.

Prabowo dinilai tidak mencerminkan profesionalisme dalam pengambilan keputusan, juga tidak mencerminkan tanggung jawab komandan terhadap tugas dan prajurit. Prabowo juga dinilai mengabaikan etika perwira, sumpah prajurit, dan Sapta Marga.

Kesimpulannya, Dewan Kehormatan Perwira menyebut Prabowo melanggar pidana yakni: ketidakpatuhan (Pasal 103 KUHPM), dan memerintah Dan Grup 4/Sandha Kopassus dan anggota Satgas Merpati serta Satgas Mawar untuk melakukan perampasan kemerdekaan orang lain (Pasal 55 (1) ke 2 j Pasal 333 KUHP) dan penculikan Pasal 55 (1) ke 2 jo Pasal 328 KUHP).

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat menuturkan rekomendasi tersebut tidak sama dengan keputusan akhir yang dibuat TNI. Prabowo akhirnya tidak dipecat namun diberhentikan dengan hormat.

"Dia tidak pernah dipecat tapi diberhentikan dengan hormat. Yang harus dipegang kan SK," tegas Martin, saat dikonfirmasi terpisah.

Jumat, 06 Juni 2014

WALI KOTA SEDUNIA PUJI GOTONG ROYONG

Wali Kota  Bandung, Ridwan  Kamil  mendapat pujian  dari  wali  kita  sedunia saat pertemuan  di  Singapura, Juni  2014. "Wali Kota  Sedunia  sangat  mengagumi  sikap  gotong  royonh  msayarakat  Indonesia. Ini  modal  sosial  yang  harus  dikembangkan  oleh  Indonesia.

(Sumber: koran, Kompas? Detik News? - Juni 2014).
JPS 7 Juni 2014.

"Revolusi Mental Itu Jago Bekerja, Bukan Jago Pidato"

"Revolusi Mental Itu Jago Bekerja, Bukan Jago Pidato"





Sumber:
http://nasional.kompas.com/read/2014/06/06/2010056/.Revolusi.Mental.Itu.Jago.Bekerja.Bukan.Jago.Pidato.
 

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP PDI-P Maruarar Sirait menyebutkan, revolusi mental dimulai dari hal-hal kecil. Selain itu, revolusi mental akan melahirkan orang-orang yang lihai dalam bekerja, bukan lihai dalam berpidato di depan publik.
"Mulailah dengan hal yang kecil. Anak muda fokus utama revolusi mental," kata pria yang akrab disapa Ara ini, saat mengisi sambutan pada acara Deklarasi Dukungan Revolusi Mental, di Taman Menteng, Jakarta, Jumat (6/6/2014).
Dalam orasinya, Ara menuturkan, capres Joko Widodo telah melalui tahapan dari mulai yang kecil. Jokowi sempat menjabat Wali Kota Solo. Saat itu, Jokowi merasakan didemo oleh beberapa kalangan masyarakat yang tidak puas.
Ketika didemo, Jokowi mengajak mereka untuk berdialog sehingga menghasilkan kesepakatan. Begitu pula saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Ara juga menyerukan, revolusi mental jangan sekadar wacana, tetapi juga harus didorong untuk dilaksanakan. "Revolusi mental jangan basa-basi. Harus kita dukung. Revolusi mental bukan jago pidato, tapi jago bekerja," ujar Ara.
Pada akhir sambutannya, Ara mengajak warga yang hadir untuk bersama-sama mendoakan Jokowi menjadi presiden. Menurut dia, gerakan rakyat sangat berpengaruh. Saat rakyat bergerak, tidak ada yang menghalangi. Deklarasi Dukungan Revolusi Mental digelar oleh 5 organisasi sayap partai kepemudaan, yakni Taruna Merah Putih, Garda Pemuda Nasdem, Pemuda Hanura, Gema Saba, dan GM PKPI. Acara tersebut juga dihadiri masyarakat lain.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Arimbi Ramadhiani
Editor : Fidel Ali Permana

Nico Siahaan: Revolusi Mental adalah Pegangan

Nico Siahaan: Revolusi Mental adalah Pegangan

Sumber:
http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/06/06/1755232/nico.siahaan.revolusi.mental.adalah.pegangan?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
 
JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi PDI-P, Junico SP Siahaan mendukung gagasan capres Joko Widodo yang diberi nama Revolusi Mental. Menurutnya, Revolusi Mental adalah solusi untuk membangun nasionalisme bangsa Indonesia. "Revolusi mental adalah pegangan, bahwa Jokowi sebuah harapan," kata pria yang disapa Nico Siahaan ini, saat Deklarasi Dukungan Revolusi Mental Joko Widodo, di Taman Menteng, Jakarta, Jumat (6/6/2014).

Nico menuturkan, menurut pandangan Jokowi, permasalahan di Indonesia bukan sebatas masalah hukum, pendidikan, atau pembangunan saja. Tetapi harus ada perbaikan atau revolusi mental masyarakat, supaya lebih disiplin dan sportif. "Pendidikan harus dibenahi dari awal. Selama ini anak muda hanya diberi pengarahan bagaimana lulus paling cepat. Tidak membangun kebanggaan terhadap bangsa," kata Nico.

Melalui cara dukungan revolusi mental, Nico yang bertindak sebagai MC berharap, nasionalisme anak muda dapat terwujud. Deklarasi Dukungan Revolusi Mental digelar oleh 5 organisasi sayap kepemudaan partai, yakni Taruna Merah Putih, Garda Pemuda Nasdem, Pemuda Hanura, Gema Saba, dan GM PKPI.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Arimbi Ramadhiani; Editor: I Made Asdhiana














Selasa, 03 Juni 2014

Lin Che Wei: Visi Misi Ekonomi Capres cuma "Lucu-lucuan"


Lin Che Wei: Visi Misi Ekonomi Capres cuma "Lucu-lucuan"

 

 Sumber:

 http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/06/03/1557506/lin.che.wei.visi.misi.ekonomi.capres.cuma.lucu-lucuan

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengamat pasar saham, Lin Che Wei mengkritik visi misi ekonomi pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK karena dinilai banyak yang tidak realistis.

Menurut Che Wei, banyak program-program yang ada dalam visi misi kedua pasangan tersebut yang tidak serius. “Ini yang lucu-lucu, Mereka mau bikin Bank Tani dan Nelayan. Padahal perbankan saat ini terutama BRI sudah menjalankan fungsinya dengan baik di desa-desa. Ini juga berlaku bagi Jokowi-JK,” ujar Lin Che Wei di Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Che Wei menjelaskan dengan rinci mengenai program-program apa saja yang dinilainya tidak realistis. Misalnya program utang Indonesia nol persen tahun 2019 yang diada di dalam visi misi Prabowo-Hatta. Menurutnya, program ini sangat lucu karena tahun 2019 jelas-jelas sudah ada pemerintahan baru pengganti pemerintahan terpilih tahun 2014-2019.

Jadi menurutnya, apabila Prabowo-Hatta terpilih, pemerintahannya masih boleh hutang, tetapi pemerintahan selanjutnya tiedak boleh hutang. “Ini paling lucu, akan mengurangi hutang dengan target nol persen tahun 2019. Lah tahun 2019 mereka sudah tidak lagi menjabat, artinya pemerintahan mereka boleh hutang, pemerintahan selanjutnya tidak boleh hutang” katanya.

Kritik kepada visi misi ekonomi capres yang dilontarkan Che Wei ini bukan kali pertama. Sebelumnya, visi misi pasangan Prabowo-Hatta yang akan mengalokasikan dana APBN minimal Rp 1 miliar per desa atau kelurahan per tahun dinilai tidak orisinil karena sama dengan konsep yang dikemukaan oleh mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Yoga Sukmana
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

 

Kisah Jokowi-JK dan Pandawa Lima


Kisah Jokowi-JK dan Pandawa Lima



Sumber:
http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/06/03/134306/2598380/1562/1/kisah-jokowi-jk-dan-pandawa-lima



Jakarta - Head to head Prabowo-Hatta vs Jokowi-JK semakin panas menjelang kampanye Pilpres. Di tengah panasnya persaingan dua capres itu muncul kisah 'Pandawa Lima' di kalangan pendukung Jokowi-JK. Seperti apa kisahnya?

Kisah 'Pandawa Lima' ini muncul di kalangan pendukung Jokowi-JK. Berawal dari sebuah foto sang 'Pandawa Lima', kemudian jadi perbincangan hangat di kubu pasangan capres nomor 2 itu.

Dalam foto yang diperoleh detikcom Selasa (3/6/2014), Jokowi ditempatkan di tengah atau di kisah Mahabarata ditempatkan di posisi Arjuna. Jokowi diapit Abraham Samad dan Dahlan Iskan di sebelah kanan dan Jusuf Kalla dan Anies Baswedan di sebelah kiri.

Di bawah foto lima tokoh itu tertulis 'Pandawa Lima', Bersama mereka pasti Indonesia Hebat, Kerja !!

Selain Jokowi-JK yang maju sebagai capres-cawapres dari PDIP, tiga tokoh lain memang tokoh yang cukup fenomenal. Dahlan Iskan dikenal sebagai menteri BUMN yang tegas, kini Dahlan telah merapat mendukung Jokowi-JK. Sementara Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan yang pernah ikut konvensi capres PD juga kini menjadi salah satu pemikir Jokowi.

Nah sosok Ketua KPK Abraham Samad memang disebut-sebut sempat jadi calon cawapres Jokowi, namun di luar itu, Abraham juga dikenal sebagai pimpinan KPK yang tegas. Bisa jadi, lima tokoh ini jika menyatu memang cukup menjanjikan.

Dalam kisah Mahabarata, pandawa lima terdiri dari Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Arjuna merupakan putra bungsu Kunti dengan Pandu. Namanya (dalam bahasa Sanskerta) memiliki arti "yang bersinar", "yang bercahaya". Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Indra, Sang Dewa perang. Arjuna memiliki kemahiran dalam ilmu memanah dan dianggap sebagai ksatria terbaik oleh Drona. Kemahirannnya dalam ilmu peperangan menjadikannya sebagai tumpuan para Pandawa

Jakarta - Ngomong-ngomong soal kisah pandawa lima ini, jauh-jauh hari saat Jokowi belum jadi capres pernah diberi hadiah wayang kulit Yudistira. Bahkan hadiah itu diberikan saat Jokowi baru saja perpisahan di Solo, usai memenangkan Pilgub DKI, di sebuah perpisahan dengan Pemkot Surakarta pada 4 Oktober 2012 silam.

Yudistira dalam kisah Mahabarata merupakan seorang raja yang memerintah kerajaan Kuru, dengan pusat pemerintahan di Hastinapura. Ia merupakan yang tertua di antara lima Pandawa, atau para putra Pandu. Dalam tradisi pewayangan, Yudistira diberi gelar prabu dan memiliki julukan Puntadewa, sedangkan kerajaannya disebut dengan nama Kerajaan Amarta.

Sebenarnya kisah pandawa lima ini juga digunakan untuk kampanye capres Prabowo Subianto. Prabowo bahkan menyebut kubunya adalah Pandawa.

"Kalau ada yang sebarkan black campaign, tak perlu dibalas dengan black campaign. Balas dengan kebaikan. Semakin jahat, balas dengan kebaikan. Tunjukkan bahwa kita satria pandawa supaya masyarakat lihat siapa kurawa," kata Prabowo di acara Silaturahmi Guu Besar, Ulama, Tokoh, dan Relawan Jabar di Gedung Sentral Bisnis Koperasi, Jl. Soekarno Hatta, Bandung, Rabu (28/5/2014) lalu.

Lalu pandawa yang mana yang akan menang?

Senin, 02 Juni 2014



10 Poin yang Disampaikan Ridwan Kamil di Depan Wali Kota Sedunia

Sumber:
http://regional.kompas.com/read/2014/06/02/1550141/10.Poin.yang.Disampaikan.Ridwan.Kamil.di.Depan.Wali.Kota.Sedunia?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
 
 
BANDUNG, KOMPAS.com — Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengungkapkan 10 poin untuk menuju peradaban Kota Bandung yang lebih baik pada masa depan. Pria yang akrab disapa Emil ini menjelaskan, 10 poin yang disebutnya sebagai Dasasila Singapura itu diutarakan di hadapan sekitar 400 wali kota di seluruh dunia dalam gelaran World Cities Summit Mayors Forum 2014 di Singapura.

Berikut ini adalah 10 poin untuk menuju peradaban Kota Bandung yang lebih baik pada masa depan yang ditulis di akun Twitter pribadi Emil, @ridwankamil. Pada setiap akhir poin, tak lupa dia menyertakan tagar #urbanfuture #DasaSilaSingapura.

"1. Kota harus berpusat pada kebahagiaan manusianya. kota stress melahirkan generasi stress," tulis Emil, Senin (2/6/2014).

Berikut poin-poin selanjutnya:

"2. Kota harus merangkul teknologi. teknologi mengakselerasi perubahan dan memudahkan interaksi."
"3. Asas saling percaya/'trust' yang tinggi antar warga kota-pemerintah menjadi fondasi utama kemajuan kota.
"
"4. Tidak ada kota yang persis sama. Solusi ekonomi kota harus berbasis lokalitas dan tidak digeneralisasi."
"5. Kesuksesan ekonomi kota berbanding lurus dgn peningkatan kualitas lingkungan kota: Livable Environment."
"6. Transparansi & Open Government hrs jadi agenda reformasi. Hal ini jg akan meningkatkan partisipasi publik."
"7. Kota harus punya jiwa dan wajah khas. Urgensi penguatan karakter ditengah makin miripnya kota dimana-mana."
"8. Kebahagiaan atau Happiness harus jadi ukuran baru kemajuan sebuah bangsa/kota. 'Ruang Kota hrs bikin kangen."
"9. Kota harus inklusif. Ramah anak, wanita & kaum minoritas kota lainnya. selama ini kota terlalu Male-oriented."
"10. Kota harus mau berkolaborasi sambil berkompetisi. Networking is Everything.".


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana
Editor : Caroline Damanik